Yogyakarta Selasa, 14 Mei 2019 | Dibaca 73 kali

Malioboro, Kawasan Terpopuler Bagi Wisatawan Saat Plesir di Yogyakarta

Malioboro, Kawasan Terpopuler Bagi Wisatawan Saat Plesir di Yogyakarta

Dalam Bahasa Sansekerta, kata Malioboro bermakna karangan bunga. Kata Malioboro juga berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal disana pada tahun 1811 – 1816 M. Pendirian jalan malioboro bertepatan dengan pendirian Kraton Yogyakarta.

Malioboro merupakan salah satu jalan paling populer di Yogya. Selain berada di jantung kota, Malioboro menjadi cukup dikenal karena cerita sejarah yang menyertainya. Keberadaan Malioboro sering pula dikaitkan dengan tiga tempat sakral di Yogya yakni Gunung Merapi, Kraton dan Pantai Selatan.

Malioboro, menjadi kawasan yang sangat terkenal di Yogyakarta. Sebab, kawasan tersebut bisa dipastikan selalu menjadi destinasi wajib dikunjungi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Malioboro, kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulyo.

Kawasan Malioboro yang dikenal sebagai area belanja ini menjadi daya tarik wisatawan, untuk berbelanja barang-barang khas Yogyakarta atau sekadar berjalan-berjalan.

Selain sebagai tempat belanja, terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Dulunya Malioboro berfungsi sebagai jalan raya seremonial, yang dilewati para gubernur jenderal atau pejabat tinggi Eropa, saat melakukan kunjungan resmi ke Yogyakarta.

Pada perkembangannya, Malioboro juga menjadi saksi kejadian bersejarah untuk kedaulatan bangsa Indonesia.

Di antaranya adalah Serang Umum 1 Maret, yang berhasil menunjukkan pada dunia bahwa militer Indonesia masih ada.

  • Bagikan