Yogyakarta Selasa, 14 Mei 2019 | Dibaca 49 kali

Inilah Destinasi Paling Populer di Yogyakarta

Inilah Destinasi Paling Populer di Yogyakarta

Yogyakarta memiliki banyak pilihan tujuan wisata. Di antara ratusan nama, tambahkan objek wisata ini dalam daftar:

1. Malioboro

Daya tarik utama Malioboro adalah deretan pedagang kaki lima yang menjual berbagai kerajinan tangan dan makanan khas Yogyakarta, serta kegembiraan berbagai pertunjukan seni jalanan. Di malam hari, area ini semakin berwarna dengan berbagai warung makan, angkringan, dan seniman lokal.

Cara terbaik untuk menjelajahi Malioboro adalah dengan berjalan kaki. Jika Anda ingin bepergian lebih jauh, lakukan perjalanan singkat ke Keraton Complex, pusat batik rumahan, atau pusat industri bakpia untuk menggunakan becak. Saat berada di Malioboro, jangan lupa mengunjungi Pasar Beringharjo untuk mendapatkan beragam batik indah dengan harga terjangkau.

2. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Istana Kesultanan Yogyakarta terkenal dengan sebutan “Keraton”. Sampai saat ini, Keraton adalah kediaman sultan dengan semua tradisi kesultanannya.

Selain difungsikan sebagai Istana Sultan, Keraton juga merupakan objek wisata utama dengan banyak museum yang menyimpan koleksi Sultan. Beberapa museum terdiri dari Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Lukisan, Museum Batik, dan Museum Kereta Api. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08:30 hingga 14:00, kecuali jika ada upacara budaya. Biaya masuknya adalah Rp 5.000 hingga 15.000 per orang.

3. Istana Taman Sari

Taman Sari adalah situs bersejarah. Untuk tahun 1765 hingga 1812, Taman Sari sebelumnya adalah taman Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dengan luas lebih dari 10 hektar, ada 57 bangunan yang terdiri dari bangunan, masjid, jembatan, saluran air, kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, sumur dan lorong bawah tanah.

Saat ini, Istana Air Taman Sari adalah warisan budaya, dan juga objek wisata andalan Yogyakarta. Daya tarik utama istana ini adalah arsitektur kuno yang unik yang masih sangat terawat dengan baik. Kemegahan istana yang dikelilingi oleh danau buatan ini juga membuatnya menjadi model foto yang sempurna.

Istana Air Taman Sari terletak di pusat kota Yogyakarta, sekitar satu kilometer dari Kidul Square. Warisan budaya ini buka setiap hari mulai pukul 08:00 hingga 14:00. Biaya masuk mulai dari IDR 5.000 hingga Rp25.000 per orang.

4. Alun-alun Kidul

Lapangan istana ini terletak di kompleks Keraton, tepatnya di sisi selatan atau di belakang Istana Sultan. Di masa lalu, alun-alun kota ini sebelumnya digunakan oleh tentara Keraton untuk berlatih menunggang kuda, memanah, bertarung, dan berkonsentrasi. Di antara berbagai kegiatan ini, latihan konsentrasi atau dikenal sebagai “Masangin” menjadi ritual paling terkenal yang banyak dilakukan oleh wisatawan.

Alun-alun Kidul juga menawarkan kegiatan yang menyenangkan untuk bermalam. Ini termasuk sepeda tandem, odong-odong, mini becak, berbagai permainan, dan berbagai makanan ringan lokal. Tempat ini terletak di dekat Malioboro, yang hanya 15 menit dengan naik becak atau kereta kuda.

5. Museum Benteng Vredeburg

Secara lokal disebut sebagai “Museum Benteng Vredeburg”, warisan budaya ini adalah benteng tua yang menjadi museum dengan diorama sejarah Indonesia. Museum ini memiliki banyak koleksi digital untuk membuat wisatawan memahami sejarahnya dengan mudah. Kafetaria bergaya kolonial Belanda juga tersedia sebagai fasilitas pendukung. Keindahan arsitekturnya sangat memanjakan para pecinta fotografi.

Museum Benteng Vredeburg buka setiap hari Senin – Minggu (kecuali Selasa), 08:00 – 16:00. Harga tiket masuk adalah Rp 2.000 untuk anak-anak, Rp 3.000 untuk orang dewasa Indonesia dan Rp 10.000 untuk pengunjung asing. Lokasinya sangat dekat dengan Malioboro, tepatnya di Jalan Margomulyo No 6.

6. Candi Prambanan

Resmi terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Prambanan menyimpan pesona budaya Hindu. Candi, yang juga dikenal sebagai Kuil Roro Jonggrang adalah candi Hindu terbesar di Indonesia dengan total 240 candi. Keagungan arsitektur candi yang ditandai dengan strukturnya yang tinggi dan ramping membuat Prambanan menjadi salah satu candi paling indah di Asia Tenggara.

Lokasi situs budaya ini unik secara administratif karena Candi Prambanan termasuk dalam Desa Bokoharjo, Sleman. Sementara itu, pintu masuk itu sendiri termasuk dalam wilayah administrasi Desa Tlogo, Klaten. Lokasinya sekitar 45 – 60 menit dengan mobil dari pusat kota Yogyakarta.

7. Kampung Gudeg Wijilan

Yogyakarta menawarkan gudeg sebagai kekayaan kulinernya. Turis yang ingin mencicipi hidangan tradisional ini harus berhenti sejenak ke Kampung Wijilan atau Desa Wijilan. Desa yang terletak di tengah kota ini telah lama dikenal sebagai pusat kuliner gudeg di Yogyakarta.

Deretan warung gudeg tampak berjajar rapi di sepanjang jalan desa ini. Warung Gudeg Bu Slamet adalah kedai gudeg tertua yang didirikan pada tahun 1940-an. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 10.000 hingga 110.000. Wisatawan dapat makan di tempat atau membungkusnya sebagai hadiah.

8. Gunung Kidul

Kabupaten Gunung Kidul yang terletak di sisi selatan Yogyakarta merupakan daerah wisata yang kaya. Di sini, Anda dapat menjelajahi berbagai pantai yang indah dan menjelajahi keindahan gua, bukit, sungai, hutan, dan danau. Mengingat jaraknya cukup jauh dari pusat kota (sekitar 39 kilometer), ada baiknya Anda menyewa mobil untuk menikmati semua keindahan daerah ini.

Selain pantai, Gunung Kidul memiliki Gua Pindul yang populer dengan tubing gua. Ada juga Gua Jomblang yang sering disebut “Cahaya Surga”. Bukit Bintang, Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Maria Tritis adalah pilihan lain.

9. Parangtritis

Orang lokal lebih sering menyebutnya “Paris”. Sebagai tujuan wisata, Paris Village menawarkan pesona pantai di tepi Samudra Hindia dan pemandian air panas Parang Wedang. Tujuan ini terletak sekitar 25 kilometer di sebelah selatan pusat kota. Karena itu, Anda harus memanfaatkan layanan penyewaan mobil untuk mencapai dan berkeliling Paris.

Pantai-pantai di Paris selalu menjadi yang utama ketika berbicara tentang wisata bahari alami Yogyakarta. Dua pantai paling terkenal di sini adalah Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Soal fasilitas, Pantai Parangtritis jauh lebih lengkap. Ada akomodasi yang tersedia, pusat kuliner, pusat cinderamata, tempat olahraga udara, bahkan penyewaan ATV, kereta kuda tradisional, dan menunggang kuda.

10. Gunung Merapi

Gunung 2.930 mdpl ini masih terdaftar sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Gunung ini terlindung di area Taman Nasional Gunung Merapi di Kaliurang. Pencinta alam sering mengunjungi lereng gunung di pagi hari untuk mendapatkan pemandangan gunung yang berkabut.

Selain itu, wisatawan juga dapat menelusuri bekas area letusan gunung berapi dengan menyewa sepeda motor trail atau mobil Jeep. Wisata kuliner sederhana juga terasa mengasyikkan dengan banyaknya kedai makanan yang menjual makanan ringan, minuman panas, dan mie hangat yang sangat cocok untuk ditemani, terutama saat memasuki malam.(*)

  • Bagikan